Mengenal Kelipatan Persekutuan Terkecil (KPK) dan Faktor Persekutuan Terbesar (FPB)
Halo Adik-adik kelas 4! Pernahkah kalian mendengar kata "KPK" dan "FPB"? Mungkin terdengar sedikit rumit, tetapi sebenarnya keduanya adalah konsep matematika yang sangat menarik dan berguna dalam kehidupan sehari-hari. Dalam artikel ini, kita akan bersama-sama menjelajahi dunia KPK dan FPB dengan cara yang mudah dipahami. Siapkan diri kalian untuk belajar matematika dengan menyenangkan!
Apa Itu Kelipatan?
Sebelum kita melangkah lebih jauh ke KPK, mari kita pahami dulu apa itu kelipatan. Kelipatan suatu bilangan adalah hasil perkalian bilangan tersebut dengan bilangan asli (1, 2, 3, 4, dan seterusnya).
Contoh:
- Kelipatan 2 adalah: 2 x 1 = 2, 2 x 2 = 4, 2 x 3 = 6, 2 x 4 = 8, 2 x 5 = 10, dan seterusnya. Jadi, kelipatan 2 adalah 2, 4, 6, 8, 10, 12, 14, 16, 18, 20, …
- Kelipatan 3 adalah: 3 x 1 = 3, 3 x 2 = 6, 3 x 3 = 9, 3 x 4 = 12, 3 x 5 = 15, dan seterusnya. Jadi, kelipatan 3 adalah 3, 6, 9, 12, 15, 18, 21, 24, …
Perhatikan bahwa kelipatan suatu bilangan akan terus bertambah tanpa batas.
Apa Itu Kelipatan Persekutuan?
Nah, sekarang mari kita gabungkan konsep kelipatan. Kelipatan persekutuan adalah kelipatan yang sama dari dua bilangan atau lebih. Artinya, angka tersebut merupakan kelipatan dari semua bilangan yang kita bandingkan.
Contoh:
Mari kita cari kelipatan persekutuan dari 2 dan 3.
- Kelipatan 2: 2, 4, 6, 8, 10, 12, 14, 16, 18, 20, …
- Kelipatan 3: 3, 6, 9, 12, 15, 18, 21, 24, …
Perhatikan angka-angka yang muncul di kedua daftar kelipatan tersebut. Angka-angka tersebut adalah kelipatan persekutuan dari 2 dan 3. Dalam contoh ini, kelipatan persekutuan dari 2 dan 3 adalah 6, 12, 18, dan seterusnya.
Apa Itu Kelipatan Persekutuan Terkecil (KPK)?
Dari kelipatan persekutuan yang kita temukan, tentu saja ada yang terkecil. Kelipatan Persekutuan Terkecil (KPK) adalah kelipatan persekutuan yang nilainya paling kecil di antara kelipatan persekutuan lainnya.
Dalam contoh KPK dari 2 dan 3 tadi, kelipatan persekutuan yang kita temukan adalah 6, 12, 18, … Angka yang paling kecil di antara semuanya adalah 6. Maka, KPK dari 2 dan 3 adalah 6.
Cara Mencari KPK
Ada beberapa cara untuk mencari KPK. Untuk kelas 4, kita akan fokus pada dua cara yang paling mudah dipahami:
-
Mencari dengan Mendaftar Kelipatan:
Cara ini sudah kita praktikkan di atas. Kita mendaftar kelipatan dari masing-masing bilangan sampai menemukan kelipatan yang sama, lalu kita ambil yang terkecil.Contoh 1: Cari KPK dari 4 dan 6.
- Kelipatan 4: 4, 8, 12, 16, 20, 24, …
- Kelipatan 6: 6, 12, 18, 24, 30, …
Kelipatan persekutuan yang pertama kali muncul adalah 12. Jadi, KPK dari 4 dan 6 adalah 12.
Contoh 2: Cari KPK dari 5 dan 10.
- Kelipatan 5: 5, 10, 15, 20, 25, 30, …
- Kelipatan 10: 10, 20, 30, …
Kelipatan persekutuan yang pertama kali muncul adalah 10. Jadi, KPK dari 5 dan 10 adalah 10.
Cara ini cocok untuk bilangan-bilangan yang kecil. Namun, jika bilangannya besar, cara ini akan memakan waktu.
-
Mencari dengan Pohon Faktor (Faktorisasi Prima):
Cara ini sedikit lebih canggih dan sangat efektif untuk bilangan yang lebih besar. Untuk menggunakan cara ini, kita perlu memahami apa itu bilangan prima.Bilangan Prima: Bilangan asli yang lebih besar dari 1 dan hanya memiliki dua faktor (pembagi), yaitu 1 dan bilangan itu sendiri. Contoh bilangan prima: 2, 3, 5, 7, 11, 13, 17, 19, …
Mari kita cari KPK dari 12 dan 18 menggunakan pohon faktor.
-
Faktorisasi prima dari 12:
Kita cari bilangan prima yang bisa membagi 12. Paling kecil adalah 2.
12 = 2 x 6
Sekarang kita faktorkan 6:
6 = 2 x 3
Karena 2 dan 3 adalah bilangan prima, kita berhenti.
Jadi, faktorisasi prima dari 12 adalah 2 x 2 x 3, atau ditulis 2² x 3. -
Faktorisasi prima dari 18:
Kita cari bilangan prima yang bisa membagi 18. Paling kecil adalah 2.
18 = 2 x 9
Sekarang kita faktorkan 9:
9 = 3 x 3
Karena 2 dan 3 adalah bilangan prima, kita berhenti.
Jadi, faktorisasi prima dari 18 adalah 2 x 3 x 3, atau ditulis 2 x 3². -
Menentukan KPK dari faktorisasi prima:
Untuk mencari KPK, kita ambil semua faktor prima yang ada dari kedua bilangan. Jika ada faktor prima yang sama, kita ambil yang pangkatnya paling besar.
Faktor prima dari 12: 2² x 3
Faktor prima dari 18: 2 x 3²Faktor prima yang ada adalah 2 dan 3.
Untuk faktor 2: kita punya 2² dan 2. Kita ambil yang pangkatnya paling besar, yaitu 2².
Untuk faktor 3: kita punya 3 dan 3². Kita ambil yang pangkatnya paling besar, yaitu 3².Jadi, KPK dari 12 dan 18 adalah 2² x 3² = (2 x 2) x (3 x 3) = 4 x 9 = 36.
Mari kita coba satu contoh lagi: Cari KPK dari 15 dan 20.
-
Faktorisasi prima 15:
15 = 3 x 5
Jadi, 15 = 3 x 5. -
Faktorisasi prima 20:
20 = 2 x 10
10 = 2 x 5
Jadi, 20 = 2 x 2 x 5 = 2² x 5. -
Menentukan KPK:
Faktor prima dari 15: 3 x 5
Faktor prima dari 20: 2² x 5Faktor prima yang ada: 2, 3, dan 5.
Untuk faktor 2: hanya ada 2² (dari 20). Kita ambil 2².
Untuk faktor 3: hanya ada 3 (dari 15). Kita ambil 3.
Untuk faktor 5: kita punya 5 (dari 15) dan 5 (dari 20). Pangkatnya sama (yaitu 5¹), jadi kita ambil 5.Jadi, KPK dari 15 dan 20 adalah 2² x 3 x 5 = (2 x 2) x 3 x 5 = 4 x 3 x 5 = 12 x 5 = 60.
-
Kapan Kita Menggunakan KPK?
KPK sangat berguna dalam soal cerita yang berhubungan dengan kejadian yang berulang secara bersamaan pada waktu yang berbeda.
Contoh Soal Cerita KPK:
-
Adi berenang setiap 3 hari sekali. Budi berenang setiap 4 hari sekali. Jika mereka berenang bersama pada tanggal 1 Maret, kapan mereka akan berenang bersama lagi?
Untuk menyelesaikan soal ini, kita perlu mencari KPK dari 3 dan 4.
- Kelipatan 3: 3, 6, 9, 12, 15, …
- Kelipatan 4: 4, 8, 12, 16, …
KPK dari 3 dan 4 adalah 12.
Artinya, mereka akan berenang bersama lagi setelah 12 hari dari tanggal 1 Maret. Jadi, mereka akan berenang bersama lagi pada tanggal 1 Maret + 12 hari = 13 Maret.
-
Lampu merah menyala setiap 6 detik. Lampu biru menyala setiap 8 detik. Jika keduanya menyala bersama pada pukul 10:00, kapan keduanya akan menyala bersama lagi?
Kita cari KPK dari 6 dan 8.
- Faktorisasi prima 6: 2 x 3
- Faktorisasi prima 8: 2 x 2 x 2 = 2³
Untuk KPK, kita ambil faktor prima dengan pangkat tertinggi: 2³ x 3 = 8 x 3 = 24.
Artinya, keduanya akan menyala bersama lagi setiap 24 detik. Jadi, jika mereka menyala bersama pada pukul 10:00, maka mereka akan menyala bersama lagi pada pukul 10:00 lebih 24 detik.
Apa Itu Faktor?
Sekarang, mari kita beralih ke FPB. Sebelum ke FPB, kita harus paham dulu apa itu faktor. Faktor suatu bilangan adalah semua bilangan yang dapat membagi habis bilangan tersebut tanpa sisa.
Contoh:
-
Faktor dari 12:
Kita cari bilangan yang bisa membagi 12:
12 : 1 = 12
12 : 2 = 6
12 : 3 = 4
12 : 4 = 3
12 : 6 = 2
12 : 12 = 1
Jadi, faktor dari 12 adalah 1, 2, 3, 4, 6, dan 12. -
Faktor dari 18:
18 : 1 = 18
18 : 2 = 9
18 : 3 = 6
18 : 6 = 3
18 : 9 = 2
18 : 18 = 1
Jadi, faktor dari 18 adalah 1, 2, 3, 6, 9, dan 18.
Apa Itu Faktor Persekutuan?
Sama seperti kelipatan persekutuan, faktor persekutuan adalah faktor yang sama dari dua bilangan atau lebih. Artinya, angka tersebut merupakan faktor dari semua bilangan yang kita bandingkan.
Contoh:
Mari kita cari faktor persekutuan dari 12 dan 18.
- Faktor 12: 1, 2, 3, 4, 6, 12
- Faktor 18: 1, 2, 3, 6, 9, 18
Perhatikan angka-angka yang muncul di kedua daftar faktor tersebut. Angka-angka tersebut adalah faktor persekutuan dari 12 dan 18. Dalam contoh ini, faktor persekutuan dari 12 dan 18 adalah 1, 2, 3, dan 6.
Apa Itu Faktor Persekutuan Terbesar (FPB)?
Dari faktor persekutuan yang kita temukan, tentu saja ada yang terbesar. Faktor Persekutuan Terbesar (FPB) adalah faktor persekutuan yang nilainya paling besar di antara faktor persekutuan lainnya.
Dalam contoh FPB dari 12 dan 18 tadi, faktor persekutuan yang kita temukan adalah 1, 2, 3, 6. Angka yang paling besar di antara semuanya adalah 6. Maka, FPB dari 12 dan 18 adalah 6.
Cara Mencari FPB
Sama seperti KPK, ada beberapa cara untuk mencari FPB. Untuk kelas 4, kita akan fokus pada dua cara yang paling mudah dipahami:
-
Mencari dengan Mendaftar Faktor:
Cara ini sudah kita praktikkan di atas. Kita mendaftar semua faktor dari masing-masing bilangan, lalu mencari faktor yang sama, dan akhirnya memilih yang paling besar.Contoh 1: Cari FPB dari 10 dan 15.
- Faktor 10: 1, 2, 5, 10
- Faktor 15: 1, 3, 5, 15
Faktor persekutuan dari 10 dan 15 adalah 1 dan 5.
Yang terbesar adalah 5. Jadi, FPB dari 10 dan 15 adalah 5.
Contoh 2: Cari FPB dari 8 dan 12.
- Faktor 8: 1, 2, 4, 8
- Faktor 12: 1, 2, 3, 4, 6, 12
Faktor persekutuan dari 8 dan 12 adalah 1, 2, dan 4.
Yang terbesar adalah 4. Jadi, FPB dari 8 dan 12 adalah 4.
Cara ini juga cocok untuk bilangan yang tidak terlalu besar.
-
Mencari dengan Pohon Faktor (Faktorisasi Prima):
Kita akan menggunakan faktorisasi prima lagi, seperti saat mencari KPK, tetapi caranya sedikit berbeda.Mari kita cari FPB dari 12 dan 18 menggunakan pohon faktor.
Kita sudah mendapatkan faktorisasi prima dari 12 dan 18 sebelumnya:-
Faktorisasi prima dari 12: 2 x 2 x 3 (atau 2² x 3)
-
Faktorisasi prima dari 18: 2 x 3 x 3 (atau 2 x 3²)
-
Menentukan FPB dari faktorisasi prima:
Untuk mencari FPB, kita hanya mengambil faktor prima yang sama dari kedua bilangan. Jika ada faktor prima yang sama, kita ambil yang pangkatnya paling kecil.Faktor prima dari 12: 2 x 2 x 3
Faktor prima dari 18: 2 x 3 x 3Faktor prima yang sama adalah 2 dan 3.
Untuk faktor 2: kita punya 2 (dari 18) dan 2 x 2 (dari 12). Kita ambil yang pangkatnya paling kecil, yaitu satu buah angka 2.
Untuk faktor 3: kita punya 3 x 3 (dari 18) dan 3 (dari 12). Kita ambil yang pangkatnya paling kecil, yaitu satu buah angka 3.Jadi, FPB dari 12 dan 18 adalah 2 x 3 = 6.
Mari kita coba satu contoh lagi: Cari FPB dari 24 dan 36.
-
Faktorisasi prima 24:
24 = 2 x 12
12 = 2 x 6
6 = 2 x 3
Jadi, 24 = 2 x 2 x 2 x 3 = 2³ x 3. -
Faktorisasi prima 36:
36 = 2 x 18
18 = 2 x 9
9 = 3 x 3
Jadi, 36 = 2 x 2 x 3 x 3 = 2² x 3². -
Menentukan FPB:
Faktor prima dari 24: 2 x 2 x 2 x 3
Faktor prima dari 36: 2 x 2 x 3 x 3Faktor prima yang sama adalah 2 dan 3.
Untuk faktor 2: kita punya 2³ (dari 24) dan 2² (dari 36). Kita ambil yang pangkatnya paling kecil, yaitu 2².
Untuk faktor 3: kita punya 3 (dari 24) dan 3² (dari 36). Kita ambil yang pangkatnya paling kecil, yaitu 3.Jadi, FPB dari 24 dan 36 adalah 2² x 3 = (2 x 2) x 3 = 4 x 3 = 12.
-
Kapan Kita Menggunakan FPB?
FPB sangat berguna dalam soal cerita yang berhubungan dengan membagi-bagi sesuatu menjadi bagian yang sama banyak, tanpa sisa, dan sebanyak mungkin.
Contoh Soal Cerita FPB:
-
Ibu mempunyai 18 buah apel dan 24 buah jeruk. Ibu ingin membagikan buah-buahan tersebut kepada anak-anaknya. Setiap anak harus mendapatkan jumlah apel yang sama dan jumlah jeruk yang sama. Berapa anak terbanyak yang bisa Ibu berikan buah?
Untuk menyelesaikan soal ini, kita perlu mencari FPB dari 18 dan 24.
- Faktor 18: 1, 2, 3, 6, 9, 18
- Faktor 24: 1, 2, 3, 4, 6, 8, 12, 24
Faktor persekutuan dari 18 dan 24 adalah 1, 2, 3, dan 6.
Yang terbesar adalah 6. Jadi, FPB dari 18 dan 24 adalah 6.
Artinya, Ibu bisa membagikan buah kepada 6 anak. Setiap anak akan mendapatkan 18 apel / 6 anak = 3 apel, dan 24 jeruk / 6 anak = 4 jeruk.
-
Seorang guru memiliki 30 pensil dan 45 buku tulis. Ia ingin membagikan pensil dan buku tulis tersebut kepada beberapa muridnya. Setiap murid akan mendapatkan jumlah pensil yang sama dan jumlah buku tulis yang sama. Berapa jumlah murid terbanyak yang bisa mendapatkan bagian dari pensil dan buku tulis tersebut?
Kita cari FPB dari 30 dan 45.
- Faktorisasi prima 30: 2 x 3 x 5
- Faktorisasi prima 45: 3 x 3 x 5 = 3² x 5
Faktor prima yang sama adalah 3 dan 5.
Untuk faktor 3: kita punya 3 (dari 30) dan 3² (dari 45). Ambil yang pangkatnya terkecil, yaitu 3.
Untuk faktor 5: kita punya 5 (dari 30) dan 5 (dari 45). Ambil yang pangkatnya terkecil, yaitu 5.Jadi, FPB dari 30 dan 45 adalah 3 x 5 = 15.
Artinya, guru tersebut bisa membagikan pensil dan buku tulis kepada 15 murid. Setiap murid akan mendapatkan 30 pensil / 15 murid = 2 pensil, dan 45 buku tulis / 15 murid = 3 buku tulis.
Kesimpulan
Adik-adik, KPK dan FPB memang terdengar seperti dua hal yang berbeda, namun keduanya sangat berhubungan dengan perkalian dan pembagian. Memahami KPK membantu kita dalam menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan waktu yang berulang atau kejadian bersamaan. Sementara itu, FPB membantu kita dalam memecah masalah menjadi bagian-bagian yang sama besar dan sama banyak.
Teruslah berlatih soal-soal KPK dan FPB agar kalian semakin mahir. Ingatlah cara mendaftar kelipatan/faktor untuk bilangan kecil, dan gunakan pohon faktor untuk bilangan yang lebih besar. Matematika itu menyenangkan jika kita mau terus mencoba dan memahaminya! Sampai jumpa di pelajaran matematika selanjutnya!

