Wawancara. Mendengar kata ini, mungkin sebagian dari kita membayangkan para reporter bertanya dengan serius kepada tokoh-tokoh penting. Namun, tahukah kamu bahwa wawancara adalah kegiatan yang lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari kita dan sangat relevan untuk dipelajari sejak dini? Di bangku kelas 4 Sekolah Dasar, pemahaman tentang wawancara menjadi salah satu materi penting dalam pelajaran Bahasa Indonesia. Artikel ini akan mengupas tuntas segala hal yang berkaitan dengan soal wawancara untuk siswa kelas 4, mulai dari definisi, tujuan, jenis-jenisnya, hingga bagaimana mempersiapkan diri dan melaksanakan wawancara dengan baik. Kita akan menjelajahi dunia wawancara ini dengan cara yang menyenangkan dan mudah dipahami, dilengkapi dengan contoh-contoh soal yang bisa membantu mengasah kemampuanmu.
Apa Itu Wawancara? Sebuah Pengantar Sederhana
Secara umum, wawancara dapat diartikan sebagai sebuah percakapan antara dua pihak atau lebih, di mana satu pihak (pewawancara) mengajukan pertanyaan untuk mendapatkan informasi dari pihak lain (narasumber). Dalam konteks pembelajaran Bahasa Indonesia kelas 4, wawancara lebih ditekankan pada kegiatan tanya jawab yang terstruktur untuk menggali informasi penting mengenai suatu topik atau subjek tertentu.
Bayangkan kamu ingin tahu lebih banyak tentang hobi temanmu yang gemar memelihara ikan. Kamu bisa mengajukan pertanyaan seperti: "Sudah berapa lama kamu memelihara ikan?", "Ikan apa saja yang kamu punya?", atau "Bagaimana cara merawat ikan agar tetap sehat?". Nah, kegiatan tanya jawab seperti ini adalah bentuk sederhana dari wawancara.
Mengapa Kita Perlu Belajar Tentang Wawancara?

Memahami wawancara bukan sekadar memenuhi tuntutan kurikulum. Ada banyak manfaat penting yang bisa kamu dapatkan dari mempelajari materi ini:
- Meningkatkan Keterampilan Berkomunikasi: Wawancara melatihmu untuk berbicara dengan jelas, mendengarkan dengan baik, dan merespons pertanyaan dengan tepat. Ini adalah keterampilan dasar yang sangat berharga dalam segala aspek kehidupan.
- Mengembangkan Kemampuan Bertanya: Belajar wawancara berarti belajar merumuskan pertanyaan yang baik. Pertanyaan yang baik akan menghasilkan jawaban yang informatif dan mendalam. Kamu akan belajar berpikir kritis untuk mengetahui informasi apa yang ingin kamu ketahui dan bagaimana cara mendapatkannya.
- Memperluas Pengetahuan: Melalui wawancara, kamu bisa mendapatkan informasi langsung dari sumbernya. Ini membuat pembelajaran menjadi lebih menarik dan nyata, tidak hanya sekadar membaca buku. Kamu bisa belajar tentang profesi orang tua, kegiatan di lingkungan sekitar, atau bahkan sejarah tempat tinggalmu.
- Melatih Kepercayaan Diri: Berinteraksi dengan orang lain, terutama orang yang belum dikenal, bisa membuat gugup. Dengan berlatih wawancara, kamu akan terbiasa berbicara di depan orang lain, menyampaikan pertanyaan, dan mendengarkan jawaban, sehingga kepercayaan dirimu akan meningkat.
- Menumbuhkan Rasa Ingin Tahu: Wawancara adalah sarana yang tepat untuk memuaskan rasa ingin tahumu. Kamu akan terdorong untuk mencari tahu lebih banyak tentang berbagai hal di sekitarmu.
Jenis-Jenis Wawancara yang Perlu Diketahui Siswa Kelas 4
Meskipun konsepnya sama, wawancara dapat dibedakan berdasarkan tujuannya. Untuk siswa kelas 4, kita akan fokus pada beberapa jenis yang paling relevan:
- Wawancara Informatif: Ini adalah jenis wawancara yang paling umum. Tujuannya adalah untuk mengumpulkan informasi tentang suatu topik, peristiwa, atau seseorang. Contohnya adalah mewawancarai guru tentang pelajaran, mewawancarai petugas perpustakaan tentang buku, atau mewawancarai tetangga tentang kegiatan di lingkungan mereka.
- Wawancara Jurnalistik (Liputan): Ini adalah wawancara yang dilakukan oleh wartawan atau reporter untuk mendapatkan berita atau informasi yang akan disiarkan kepada publik. Siswa kelas 4 mungkin akan menemukan soal-soal yang berkaitan dengan wawancara jenis ini, misalnya membayangkan menjadi wartawan cilik yang meliput acara sekolah.
- Wawancara Sosial/Personal: Jenis wawancara ini lebih fokus pada pengalaman pribadi, pandangan, atau opini seseorang. Misalnya, mewawancarai kakek tentang masa kecilnya, atau mewawancarai teman tentang cita-citanya.
Langkah-Langkah Penting dalam Melakukan Wawancara
Agar wawancara berjalan lancar dan menghasilkan informasi yang maksimal, ada beberapa tahapan penting yang perlu diikuti. Mari kita bedah satu per satu:
Tahap 1: Persiapan Sebelum Wawancara
Tahap persiapan adalah kunci keberhasilan sebuah wawancara. Tanpa persiapan yang matang, wawancara bisa menjadi kacau dan kurang efektif.
- Menentukan Topik Wawancara: Apa yang ingin kamu ketahui? Apakah tentang tanaman di kebun sekolah? Atau tentang profesi ayahmu? Menentukan topik dengan jelas akan membantumu fokus.
- Menentukan Siapa Narasumbernya: Siapa orang yang paling tepat untuk memberikan informasi mengenai topikmu? Jika topiknya tentang kebersihan sekolah, maka kepala sekolah atau petugas kebersihan adalah narasumber yang tepat.
- Membuat Daftar Pertanyaan (Pedoman Wawancara): Ini adalah bagian paling krusial. Pertanyaan yang baik akan menggali informasi yang dalam.
- Jenis-jenis Pertanyaan:
- Pertanyaan Terbuka: Pertanyaan yang mendorong narasumber untuk menjelaskan lebih lanjut dan memberikan jawaban yang panjang. Dimulai dengan kata "Apa", "Bagaimana", "Mengapa", "Ceritakan tentang…".
- Contoh: "Bagaimana cara Bapak/Ibu merawat tanaman agar tetap subur?"
- Pertanyaan Tertutup: Pertanyaan yang hanya membutuhkan jawaban singkat, biasanya "ya" atau "tidak", atau pilihan jawaban tertentu.
- Contoh: "Apakah Bapak/Ibu menyukai pekerjaan ini?"
- Pertanyaan Terbuka: Pertanyaan yang mendorong narasumber untuk menjelaskan lebih lanjut dan memberikan jawaban yang panjang. Dimulai dengan kata "Apa", "Bagaimana", "Mengapa", "Ceritakan tentang…".
- Ciri-ciri Pertanyaan yang Baik:
- Jelas dan Ringkas: Mudah dipahami oleh narasumber.
- Relevan dengan Topik: Berkaitan langsung dengan apa yang ingin kamu ketahui.
- Netral: Tidak memihak atau menggiring narasumber ke jawaban tertentu.
- Berurutan (Opsional tapi Disarankan): Mulai dari pertanyaan umum ke pertanyaan yang lebih spesifik.
- Jenis-jenis Pertanyaan:
- Menentukan Waktu dan Tempat Wawancara: Mintalah izin kepada narasumber mengenai waktu dan tempat yang nyaman bagi mereka. Pastikan waktu yang dipilih tidak mengganggu aktivitas narasumber.
- Mempersiapkan Alat Bantu (Opsional): Kamu bisa membawa buku catatan dan alat tulis, atau alat perekam suara (jika diizinkan dan sudah meminta izin).
Contoh Soal Latihan Persiapan Wawancara:
-
Soal 1: Kamu ditugaskan untuk mencari informasi tentang cara merawat kucing peliharaan. Siapakah narasumber yang paling tepat untuk kamu wawancarai?
- a. Teman sekelasmu
- b. Guru olahraga
- c. Tetangga yang memiliki banyak kucing
- d. Tukang pos
- Jawaban: c. Tetangga yang memiliki banyak kucing
-
Soal 2: Rina ingin tahu tentang kegiatan ekstrakurikuler di sekolahnya. Pertanyaan berikut yang paling tepat untuk memulai wawancara dengan ketua OSIS adalah…
- a. Apakah kamu suka kegiatan OSIS?
- b. Ceritakan tentang kegiatan-kegiatan yang ada di OSIS!
- c. Apakah OSIS itu penting?
- d. Kapan kamu mulai jadi ketua OSIS?
- Jawaban: b. Ceritakan tentang kegiatan-kegiatan yang ada di OSIS! (Pertanyaan terbuka yang relevan)
Tahap 2: Pelaksanaan Wawancara
Saat wawancara berlangsung, bersikaplah sopan dan profesional.
- Membuka Wawancara:
- Ucapkan salam.
- Perkenalkan diri dan dari mana kamu berasal (misalnya, dari kelas 4 SDN Maju).
- Sebutkan tujuan wawancara secara singkat.
- Ucapkan terima kasih atas kesediaan narasumber untuk diwawancarai.
- Mengajukan Pertanyaan:
- Ajukan pertanyaan sesuai urutan yang telah dibuat.
- Jika ada jawaban yang kurang jelas, jangan ragu untuk meminta penjelasan tambahan. Gunakan kalimat seperti: "Maaf Bapak/Ibu, bisa dijelaskan lebih lanjut mengenai hal itu?"
- Dengarkan jawaban narasumber dengan saksama. Jangan memotong pembicaraan.
- Catat poin-poin penting dari jawaban narasumber.
- Menutup Wawancara:
- Tanyakan apakah ada hal lain yang ingin ditambahkan oleh narasumber.
- Ucapkan terima kasih kembali atas waktu dan informasi yang diberikan.
- Tutup wawancara dengan salam.
Contoh Soal Latihan Pelaksanaan Wawancara:
-
Soal 1: Saat mewawancarai seseorang, sikap yang paling penting ditunjukkan oleh pewawancara adalah…
- a. Sombong dan merasa paling tahu
- b. Sopan dan mendengarkan dengan baik
- c. Sering memotong pembicaraan narasumber
- d. Sibuk bermain ponsel
- Jawaban: b. Sopan dan mendengarkan dengan baik
-
Soal 2: Jika narasumber memberikan jawaban yang panjang lebar dan kamu ingin memastikan pemahamanmu, kamu bisa mengatakan…
- a. "Saya tidak mengerti apa yang Bapak/Ibu katakan."
- b. "Maaf Bapak/Ibu, bisa dijelaskan lebih lanjut tentang…?"
- c. "Terima kasih, saya sudah paham." (Meskipun belum jelas)
- d. "Jawaban Bapak/Ibu terlalu panjang."
- Jawaban: b. "Maaf Bapak/Ibu, bisa dijelaskan lebih lanjut tentang…?"
Tahap 3: Pasca Wawancara
Setelah wawancara selesai, pekerjaanmu belum sepenuhnya berakhir.
- Menyusun Laporan Hasil Wawancara:
- Susun catatan yang telah kamu buat menjadi sebuah laporan yang terstruktur.
- Mulailah dengan latar belakang (topik, narasumber, waktu, tempat).
- Sajikan informasi yang didapat dari narasumber, bisa dalam bentuk poin-poin atau paragraf.
- Tutup laporan dengan kesimpulan atau kesanmu terhadap wawancara tersebut.
- Mengucapkan Terima Kasih (Opsional tapi Baik): Kamu bisa mengirimkan kartu ucapan terima kasih atau pesan singkat kepada narasumber sebagai bentuk apresiasi.
Contoh Soal Latihan Pasca Wawancara:
-
Soal 1: Setelah selesai wawancara, langkah selanjutnya yang paling penting adalah…
- a. Langsung pulang dan melupakannya
- b. Menyusun laporan hasil wawancara
- c. Membagikan foto narasumber di media sosial
- d. Mengajak narasumber bermain
- Jawaban: b. Menyusun laporan hasil wawancara
-
Soal 2: Dalam laporan hasil wawancara, bagian awal yang berisi tentang siapa yang diwawancarai, topik, serta kapan dan di mana wawancara dilaksanakan disebut…
- a. Kesimpulan
- b. Lampiran
- c. Latar Belakang
- d. Saran
- Jawaban: c. Latar Belakang
Kosakata Penting Terkait Wawancara
Dalam mempelajari materi wawancara, akan muncul beberapa kosakata baru yang penting untuk dipahami.
- Wawancara: Percakapan tanya jawab antara dua pihak atau lebih untuk mendapatkan informasi.
- Pewawancara: Orang yang mengajukan pertanyaan dalam wawancara.
- Narasumber: Orang yang memberikan informasi atau jawaban dalam wawancara.
- Topik: Pokok bahasan atau subjek yang dibicarakan dalam wawancara.
- Pertanyaan: Kalimat yang diajukan untuk mendapatkan jawaban atau informasi.
- Pedoman Wawancara: Daftar pertanyaan yang sudah disiapkan sebelum wawancara.
- Informasi: Data atau keterangan yang diperoleh dari narasumber.
- Laporan: Hasil rekaman atau tulisan mengenai informasi yang didapat dari wawancara.
- Reporter/Wartawan: Orang yang melakukan wawancara untuk keperluan berita.
- Citra: Gambaran atau pandangan mengenai seseorang atau sesuatu.
Contoh Soal Latihan Kosakata:
-
Soal 1: Orang yang memberikan jawaban dalam sebuah wawancara disebut…
- a. Pewawancara
- b. Reporter
- c. Narasumber
- d. Editor
- Jawaban: c. Narasumber
-
Soal 2: Daftar pertanyaan yang disiapkan sebelum wawancara disebut…
- a. Agenda
- b. Pedoman Wawancara
- c. Jadwal Acara
- d. Catatan Penting
- Jawaban: b. Pedoman Wawancara
Mengembangkan Keterampilan Bertanya Lebih Lanjut
Kemampuan merumuskan pertanyaan adalah aset berharga. Untuk siswa kelas 4, melatih pertanyaan yang menggunakan kata tanya dasar (Apa, Siapa, Kapan, Di Mana, Mengapa, Bagaimana) adalah langkah awal yang baik.
- Kata "Apa": Untuk menanyakan benda, hal, atau kegiatan.
- Contoh: "Apa saja alat yang digunakan untuk berkebun?"
- Kata "Siapa": Untuk menanyakan orang.
- Contoh: "Siapa yang bertanggung jawab atas kebersihan taman sekolah?"
- Kata "Kapan": Untuk menanyakan waktu.
- Contoh: "Kapan biasanya Ibu menyiram tanaman?"
- Kata "Di Mana": Untuk menanyakan tempat.
- Contoh: "Di mana biasanya anak-anak bermain di sore hari?"
- Kata "Mengapa": Untuk menanyakan alasan.
- Contoh: "Mengapa kita perlu membuang sampah pada tempatnya?"
- Kata "Bagaimana": Untuk menanyakan cara atau proses.
- Contoh: "Bagaimana cara membuat kue ini?"
Contoh Soal Latihan Kata Tanya:
-
Soal 1: Untuk menanyakan alasan mengapa seseorang melakukan sesuatu, kata tanya yang tepat digunakan adalah…
- a. Apa
- b. Siapa
- c. Mengapa
- d. Bagaimana
- Jawaban: c. Mengapa
-
Soal 2: Jika kamu ingin tahu cara membuat layang-layang, kata tanya yang paling tepat untuk memulai pertanyaanmu adalah…
- a. Apa
- b. Bagaimana
- c. Kapan
- d. Di mana
- Jawaban: b. Bagaimana
Menjadi Pewawancara Cilik yang Hebat
Menjadi seorang pewawancara cilik bukan berarti kamu harus menjadi seorang profesional. Yang terpenting adalah kemauan untuk belajar, rasa ingin tahu, dan keberanian untuk bertanya. Dengan memahami materi ini, berlatih soal-soal yang ada, dan mempraktikkannya dalam kehidupan sehari-hari, kamu akan menjadi pewawancara yang semakin handal. Ingatlah, setiap informasi berharga bisa didapatkan melalui percakapan yang baik. Selamat menjelajahi dunia wawancara!

